Senin, 27 Agustus 2018

Curhatan

Hari minggu sore tepatnya 26 Agustus 2018, sehari setelah aku memutuskan untuk menulis curhatan ini. Aku merasa terkaget-kaget dengan silaturahmi dari seorang ukhty yang belum pernah aku lihat sebelumnya, bisa dibilang aku tidak mengenalnya. Cerita bermula saat aku asyik membuat video di kamarku, adik laki-laki ku datang dan memberitahukan perihal tamu yang datang mencari ibuku. kemudian aku mencari ibu di belakang dan sekitar rumah, tapi tak ku temukan keberadaannya. Tanteku bilang ibu pergi ke warung .alhasil aku menemui tamu dan berkata ibu sedang di warung mohon tunggu sebentar dan ku lihat ayahku sudah bertemu dengan tamu tersebut.

Pembicaraanpun dimulai dengan santai layaknya basa-basi orang bertamu, kemudian ayahku bertanya apa kepentingan kedatangannya. mereka menjawab ya mau bersilaturahmi aja, menyambung persaudaraan. karna ibuku tak kunjung datang, akhirnya mulailah pembicaraan inti mereka, mereka bertanya " jadi ini mau bilang yang dulu ngajak besanan itu gk jadi, karna si A sudah dapat calon dan gajinya sekarang sudah 35 juta, ya mungkin belum rezeki". Darrrrrrrrrrrr...... Ayahku bengong, nggak mudeng apa maksudnya. "maksudnya mbak?" kata ayahku bingung.

"Ya kan dulu Kakak saya sudah pernah ke sini mengajak untuk berbesan kan?" jelasnya
"Heh...? entahlah mbak saya nggak tau kalau tentang itu." jawab ayah

...... terdiam....

Intinya tamu itu datang untuk memberikan kabar bahwa ajakan yang dulu itu batal, karna sudah punya calon.

Dengan kondisi yang canggung, mereka buru-buru berpamitan dengan alasan klise.
Setelah mereka pulang, ayah menemui aku dan menceritakan perihal kedatangan mereka....
tanggapan aku... SYOK BERAT
Hah..?
Kok bisa gitu?
Maksudnya?
Aku nggak mudeng Yah?
pertanyaan itu muncul bukan karena aku merasa ditinggalkan, tapi karena aku merasa selama ini aku tidak pernah menjanjikan dan dijanjikan oleh seseorang, begitu juga dengan kedua orang tuaku, belum ada yang datang untuk membicarakan perihal tersebut di rumah. Yang terngiang di benakku hanyalah kata-kata "Belum Rezeki dan Gajinya sekarang sudah 35 juta". aku berfikir ini apaan sih...

Sampai akhirnya ibuku pulang ke rumah, berbagai macam pertanyaan aku luncurkan kepadanya...
Ma, mama pernah janji apa ke temen mama?
mama bilang apa kalau ada yang ngajak besanan sama mama?
ibuku jelas kebingungan, setelah kami ceritakan kejadian sore tadi, ibuku bereaksi "loh... mama gk pernah menawarkan atau menerima apa pun perihal itu nduk, emang mama sudah nggak waras?"

"mereka itu ke sini cuma pas idul Fitri tahun 2015 dulu, kamu juga ada, mereka cuma mampir karena gk bisa lewat akibat orang bertakbiran di jalanan. mereka singgah dan ngobrol perihal sekolahmu dimana dan apa jurusanmu, karena anak mereka juga di kota yang sama denganmu. Gak lebih nduk".

pembahasan itu berlanjut hingga malam....

sehingga posisiku seolah ditinggalkan, akibat pembatalan dan lain-lainnya, semua berkecamuk padahal gk ada hal yang membuatku dan orang tuaku selama ini mendapat amanah untuk berbesan.